Senin, 07 Oktober 2013

Hari Raya Rahadian. Siapa Bilang Ukhuwah Itu Indah? (inspired by real life story)



Tak terasa... sudah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Rasa sedihpun menyelimuti hati Rahadian. Sama seperti Ramadhan sebelumnya... kali ini pun ia telah disibukkan dengan berbagai macam agenda dakwah. Meski target amal yaumiyah selama Ramadhan telah terpenuhi... namun masih terasa ada yang kurang.


"Yaa Rabb... betapa hamba menyadari… ruhiyah ini mulai melemah akibat dosa-dosa yang hamba lakukan. Ku azamkan dalam diriku untuk beri'tikaf di masjid di penghujung Bulan Ramadhan-Mu yang mulia..... mudahkanlah hamba dalam menunaikan sunnah rasul-Mu.. Ya Allah... sungguh hamba rindu dan ingin mendekatkan diri pada-Mu.."

Begitulah suara hati seorang mukmin bernama Rahadian.

Rahadian berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menunaikan niatnya. Setelah shalat Subuh ia pun memulai i’tikaf di Masjid Jami’ Darussalam. Ia menyibukkan diri dengan melakukan ketaatan seperti berdo’a, dzikir, bershalawat pada Nabi, mengkaji Al Qur’an serta mengkaji hadits.

Duhai indahnya saat-saat itu…… wajahnya yang teduh mencerminkan ketenangan jiwa yang ia rasakan. Tiada rasa lelah maupun jenuh. Inilah yang terjadi kala cinta memberi makna yang sesungguhnya.

Hemmm… Cinta…..?

Tiba-tiba Rahadian teringat dengan para ikhwan binaannya. Rasanya sudah begitu lama dia tidak bertemu dengan mereka. Halaqoh yang biasanya rutin diagendakan setiap pekan, kali ini memang sengaja di non-aktifkan agar masing-masing dapat berkonsentrasi menyempurnakan amal ibadahnya di Bulan Ramadhan.

**

Akhirnya di malam i’tikaf yang terakhir… Rahadian tak sanggup menahan air matanya untuk melepas kepergian Ramadhan.

Disisi lain, Rahadian pun merasakan kekhawatiran yang teramat sangat akan dirinya…..

“Yaa Allah… Rabb Semesta Alam… Sungguh Engkau telah berjanji memberikan pahala dan tempat terpuji bagi orang-orang yang Engkau Ridhoi…
Yaa Allah… hamba tahu bahwa janji-Mu pasti benar dan akan ditepati…
Tunjukkanlah pada hamba yaa Allah… sedikit bukti kebesaran-Mu… agar semakin bertambah iman dalam diriku… untuk selalu istiqomah di jalan dakwah-Mu…”

**

Sesaat Rahadian berada disuatu tempat yang asing. Tempat itu belum pernah ia datangi sebelumnya. Sambil menerka-nerka.. Rahadian terus berjalan menelusuri tempat itu yang semakin lama semakin terang dan sinarnya pun terasa berbeda… begitu indah dan menghangatkan jiwa.

Kemudian datang seorang laki-laki berpakaian serba putih yang menyambutnya dengan salam serta senyum paling bersahabat yang pernah ia lihat.

“Tahukah kau dimanakah kita saat ini akhi..?” Rahadian memberanikan diri untuk bertanya.

“Inilah tempat, dimana tidak ada lagi kesedihan, kesulitan, maupun keletihan.”

“Adakah orang yang ku kenal berada disini saat ini..?”

“Tentu, mari ku ajak kau berkeliling…..”

Rahadian menebarkan pandangan ke segala arah. Tak lama… ia melihat sosok akhi Rizal. Salah seorang adik binaan Rahadian yang selalu rajin menghadiri halaqoh serta baik akhlaknya.

Kedua laki-laki itu saling menatap dengan penuh rasa syukur… menangis dalam rangkulan satu sama lain.

“Subhanallah… Subhanallah… Subhanallah… Inilah janji Allah, akhi… inilah janji-Nya yang selalu kita kaji bersama…..” Rahadian berbisik kepada saudaranya sambil terus terisak.

**

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar 
Asyhadu alla ilaha illallah, Asyhadu alla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah Hayya 'alash sholah Hayya 'alash sholah


Hayya 'alal falah Hayya 'alal falah 
Ashsalatu khairum minan naum Ashsalatu khairum minan naum 
Allahu Akbar, Allahu Akbar 
Lailaha ilallah 

Rahadian terbangun oleh kumandang adzan shalat Subuh. Ia bergegas bangkit dan mengambil air wudhu. Alhamdulillah… hari yang begitu cerah… udara yang begitu sejuk. Secerah hati dan sesejuk perasaan Rahadian pada waktu itu.
Betapa Allah Maha Mendengar dan Maha Menjawab segala Permohonan….

**

Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar
La ilaha illallah wallahu akbar
Allahu akbar wa lillah ilhamd

Takbir kemenangan mengiringi langkah kaki Rahadian menuju lapangan untuk mendirikan shalat Id. Begitu banyak orang yang berkumpul disana. Namun ada satu orang yang begitu ingin ditemuinya di hari istimewa ini yaitu Akhi Rizal.

Selepas shalat Id… dalam hiruk pikuk keramaian orang-orang yang beranjak pergi meninggalkan lapangan...  Allah memperkenan mereka  untuk bertemu…

“Assalaamu’alaykum akhi…” Rahadian memberi salam terlebih dahulu

“Wa’alaykumussalaam waromatullohi wabarokatuh” Akhi Rizal pun menjawab dengan sempurna

“Taqoballahu Minna wa Minkum….”

“Selamat hari raya ya akh, maafin semua kesalahan ane…”

“Iya akh, ane juga mohon maaf kalau selama berinteraksi dengan antum ada kata maupun perbuatan yang tidak berkenan”

“Insyaallah tidak ada akhi….. justru antum selalu sabar dalam membimbing dan mengingatkan ane. Kemarin malam ane sampe mimpiin antum akh….. ane bahagia sekali… rasanya seperti nyata. ”

Rahadian tersentak dengan pernyataan Akhi Rizal.  Ekspresi Rahadian yang berubah drastis langsung ditangkap oleh Rizal.

“Ada apa akh….? Ada yang salah…?”

Rahadian menggelengkan kepala dengan segera dan memeluk binaannya.



“Tidak ada yang salah akhi… hanya saja ana bermimpi hal yang sama seperti antum….. semoga  Allah senantiasa menguatkan kita di jalan ini dan mempersaudarakan kita di dunia dan di akhirat. ”

Akhi Rizal seperti kehabisan kata mendengar kalimat yang terucap dari Murobbinya. Air mata itupun kembali menetes… mewakili semua rasa takjub, haru, dan bahagia yang ia rasakan di hari istimewa yang penuh dengan kemenangan.

"Nikmat yang paling berharga selepas nikmat iman dan islam, adalah memiliki sahabat yang shalih. Jika kamu mendapati kewujudan kasih sayang antara kamu dengannya maka peganglah dia bersungguh-sungguh"
-Umar bin Khattab- 


Jadi... siapa bilang ukhuwah itu indah??
tentu saja kata mereka yang mendapati itu dalam hidupnya.......... :')



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari ucapan lidah dan perbuatan tangannya. (HR.Bukhori)