Selasa, 13 Januari 2015

Renungan Pagi

Alhamdulillah... pagi yang cerah dan sejuk di kota Banjarbaru.

Bila menatap pagi ini, siapa sangka tadi malam telah terjadi hujan lebat beserta kilat dan suara guntur bertubi-tubi.

Petir yang menyambar hingga mematikan arus listrik di rumah-rumah dan membuat malam menjadi semakin gelap mencekam.

Derasnya hujan dan kerasnya suara guntur... mengingatkan dengan kisah para nabi dan kaumnya di zaman dulu.

Kisah Nabi Nuh as dan Nabi Saleh as. Kisah yang menunjukan betapa mudahnya Allah membinasakan suatu kaum yang ingkar akan petunjuk dan peringatan.

Allah berfirman, yang artinya:
"Wahai bumi ! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan !) berhentilah." Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan, dan kapal itupun berlabuh di atas gunung Judi, dan dikatakan, "Binasalah orang-orang zalim." (QS.Hud: 44)

"Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud." (QS.Hud: 67-68)

***

Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Diantara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang musnah.

Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikitpun bagi mereka sesembahan yang mereka sembah selain Allah, ketika siksaan Tuhanmu datang. Sesembahan itu hanya menambah kebinasaan bagi mereka.

Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh siksanya sangat pedih, sangat berat.

Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk).

Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan.
Ketika hari itu datang, tidak seorangpun berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka diantara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.
(QS.Hud: 100-105)

***

Allah subhanahu wata'ala boleh jadi sedang menangguhkan siksa-Nya, dan janganlah kita terlena dengan sisa waktu kita di dunia, jangan sampai iman itu baru ada setelah siksa itu jelas di depan mata. Bersyukur, beriman dan bertakwalah hanya kepada Allah azza wa jalla.

Semoga bermanfaat ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari ucapan lidah dan perbuatan tangannya. (HR.Bukhori)