Jumat, 03 Juli 2015

Dukung LGBT?

Kini istilah LGBT (Lesbian, Gay, Bisexsual, Transgender) semakin ramai diperbincangkan dan meresahkan sebagian masyarakat. Termasuk saya.

Resah dan sedih melihat orang-orang yang tergabung dalam komunitas maupun pendukungnya merasa bangga dengan pilihan dan perbuatannya. Apalagi diantara mereka pun ada yang mengaku muslim.

Hak asasi katanya. Lagipula sudah ada undang-undang yang melegalkan. Untuk apa lagi dipermasalahkan?

Bagaimana mungkin kami tidak mempermasalahkan, sementara Allah sangat membenci perbuatan kalian...?

Terlebih sebelum undang-undang kalian disahkan, jauh sebelumnya Sang Penguasa Langit & Bumi telah mengesahkan undang-undang dan aturanNya. Namun ternyata masih ada saja manusia sombong yang berani menentang firman Tuhan.

Sudah lupakah kalian dari mana dan akan kemana kita setelah ini?

Sekuat dan sehebat itukah kalian hingga mampu menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah azza wa jalla?

Tidaklah Allah mengharamkan sesuatu, kecuali hal tersebut buruk bagi kita. Karena sesungguhnya Allah hanya menginginkan kebaikan bagi hambaNya.

Mengapa Allah mengharamkan liwath (homoseks)?

Dengan alasan yang sama mengapa Allah melarang khamar (miras), riba dan zina.

Yakni karena teramat besar keburukan yang ada padanya.

Sebenarnya saya takut bila kesabaran Tuhan sudah mencapai ambang batas dan akhirnya turunlah azab kepada setiap manusia, hingga tak lagi memandang apakah ia orang fasik ataukah termasuk yang beriman.

Saya bahkan lebih takut bila kelak ditanya hal apa yang sudah saya upayakan ketika mengetahui hal ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Mungkin kalian bosan mendengar cerita kaum Nabi Luth. Mungkin kalian kira itu hanya dongeng dan isapan jempol semata. Namun mungkin ada baiknya kalian belajar dari kasus kebakaran 500 gay di Taiwan usai menggelar pesta pelangi.

Percayalah, itu bukan sekedar kecelakaan. Sebagian dari kalian diberi kesempatan untuk "mencicipi" panasnya api yang sebenarnya bukanlah apa-apa dibanding siksa yang menanti di akhirat sana.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “(Panasnya) api yang kalian (Bani Adam) nyalakan di dunia ini merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahannam.” Para sahabat bertanya, “Demi Allah, api dunia itu sudah cukup wahai Rasulullah!” Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “sesungguhnya panasnya api neraka melebihi panas api dunia sebanyak enam puluh kali lipat.” (HR. Muslim)

Menyesal di dunia, insyaallah masih berkesempatan untuk perbaiki semuanya. Menyesal di akhirat, sungguh merugi lagi sia-sia.

Bila Allah menawarkan pahala berupa surga yang kekal dengan taat padaNya, mengapa justeru memilih jalan lain demi memuaskan nafsu yang sementara?

Bila masih banyak kebaikan yang dihalalkan oleh Allah subhanahu wata'ala, mengapa memilih keburukan yang diharamkan oleh-Nya?

Apakah murka dan laknat Allah lebih disukai dibandingkan rahmat dan kasih sayangNya?

Adakah setan telah memperindah perbuatan buruk yang kalian lakukan?

Astaghfirullahal'adzim...

"Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal." (HR. Bukhari-Muslim)

(dhini iffansyah)

Sumber foto: elshinta.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari ucapan lidah dan perbuatan tangannya. (HR.Bukhori)