Kamis, 26 November 2015

Ibadah? Malas ah!

Pernah mengalami malas beribadah? Misalnya sholat, zikir atau tilawah?

Mungkin juga ada rasa bosan karena ibadah itu terus diulang-ulang dalam sehari dan terjadi setiap hari.

Akhirnya ibadah yang dilakukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Dikerjakan seadanya bahkan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Satu tips untuk mengatasinya adalah...

"SADARI bahwa setiap IBADAH ITU bukanlah sekedar kewajiban dari Allah azza wa jalla, melainkan KEBUTUHAN POKOK SETIAP MANUSIA."

Sebagai seorang hamba kita memang wajib taat dan menyembah kepada Allah. Namun setiap amal ibadah itu sebenarnya untuk kebaikan kita sendiri, sedangkan Allah sama sekali tidak memerlukannya.

Kita beribadah atau tidak, Allah tetaplah Tuhan Yang Maha Segalanya, sikap ingkar kita tak sedikitpun akan mempengaruhi Kekuasaan-Nya.

Kelak ketika ruh telah berpisah dari jasad, amal ibadah itulah yang akan menjadi bekal kita di akhirat.

Seberapa banyak dan seberapa baik kualitas bekal kita disana?
Jawabannya tergantung apa yang kita perbuat saat ini.

Bila kita ingin menghadap Allah dengan membawa sebaik-baik bekal, maka lakukanlah setiap ibadah itu dengan sebaik-baik pula (terutama ibadah sholat, karena amal inilah yang paling pertama dihisab sebelum amal-amal lainnya).

Setelah kita tuntas menunaikan hak-hak Allah, barulah kita pantas berharap kehidupan yang barokah, kematian yang husnul khotimah, hingga sebuah istana di surga-Nya yang terindah.

Jangan sekali-kali memimpikan semua itu bila zikir saja sering terlupakan, tilawah dikesampingkan, bahkan shalat pun sengaja dilalaikan (ditunda-tunda atau tidak dikerjakan sama sekali).

Ingat, bukan Allah yang rugi melainkan diri kita sendiri.

Padahal setiap orang itu akan masuk surga, kecuali yang enggan. Yaitu orang-orang yang enggan mentaati syariat Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah saw.

Wallahu'alam. Semoga bermanfaat.

(dhini iffansyah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari ucapan lidah dan perbuatan tangannya. (HR.Bukhori)