Kamis, 17 Desember 2015

Cinta Pertamaku

Tentu saja dia adalah laki-laki yang istimewa.

Dia humoris dan memiliki senyuman yang begitu manis. Selain itu dia juga hobi dan jago berolahraga. Baginya hampir tiada hari tanpa olahraga.

Sifatnya yang menyenangkan dan tak perhitungan membuatnya memiliki banyak teman. Sampai-sampai aku merasa cemburu, karena seringnya mereka bertemu.

Ditambah lagi dengan berbagai kesibukan dan kebiasaannya berpergian, membuat kebersamaan kami menjadi semakin berkurang.

Meski begitu, dia tetap menyediakan waktu khusus untukku. Biasanya dia akan mengajakku makan malam atau sekedar jalan-jalan, kemudian membelikan sesuatu yang kuinginkan.

Dia bahkan bersedia menemaniku ke bioskop untuk menonton film yang ku suka, walau akhirnya dia hanya akan tertidur disana. Tapi jangan dikira dia tidak bisa romantis, karena dia begitu pandai menyanyikan lagu-lagu puitis.

Keistimewaan lain yang ada pada dirinya adalah tentang ketegasan dan kelembutan yang menjadi satu.

Bila aku melakukan kesalahan,  maka dia akan berterus terang mengingatkan. Namun setelah itu,  air matanya pun tak kuasa untuk ditahan.

Begitulah dia. Seorang laki-laki dengan hati yang setia dan perasaan lebih halus dari yang kalian kira. Itulah alasan mengapa aku sangat mencintainya.

Hingga saat aku sendiri yang memilih untuk pergi.

Ku putuskan merantau demi meneruskan studi ke perguruan tinggi. Dia pun sama sekali tak menghalangi. Justeru menjadi orang yang paling memahami dan hanya berpesan agar aku selalu menjaga kehormatan diri.

Sampai pada hari perpisahan kami.

Di Bandara Soekarno Hatta, dia melepaskanku menggapai cita.

Tak ku sangka itulah akhir cerita kami selamanya.

Dia tak menungguku kembali membawa gelar S.Psi.

Dia pergi...

Laki-laki yang kucintai benar-benar tak bersamaku lagi.

Tapi hingga kini, senyum dan kehangatan hatinya masih membekas di hati.

Dialah cinta pertamaku.

Papa no.1 di dunia.

(Mengenang 6 tahun kepergian papa tercinta, 17 Desember 2009 - 17 Desember 2015)

by. dhini iffansyah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari ucapan lidah dan perbuatan tangannya. (HR.Bukhori)