Jumat, 15 Juli 2016

Jejak Hijrahku

Mengapa Allah memilihku ?

Pertanyaan ini mulai terbesit kembali. Semakin ditelusuri, semakin aku yakin bahwa ini semua benar-benar kuasa Illahi.

Tahun 2008 silam, berkat paksaan ibu akhirnya ku putuskan berhijab. Hanya hijab ala kadarnya. Bukan dengan kerudung lebar seperti yang biasa ku pakai sekarang. Rok dan gamis pun hanya kadang-kadang ku kenakan. Terlebih lagi kaos kaki dan deker pergelangan tangan. Semua perlengkapan itu tampak begitu merepotkan.

Sebenarnya jauh sebelum diterima di perguruan tinggi, aku sudah merencanakan untuk menjadi wartawan koran kampus BESTARI. Saat itu aku memang sangat berminat pada bidang jurnalistik dan kepenulisan. Namun Tuhan memiliki rencana lain.

Tiba-tiba aku mendapat ide untuk mencari komunitas muslim dan bergabung bersama mereka. Padahal dulu saat masih SMA, diajak pengajian pun hanya senyum-senyum saja, aku sama sekali tidak tertarik apalagi tergerak untuk melangkahkan kaki kesana.

Mungkin karena hidup merantau jauh dari keluarga membuatku merasa sepi dan hampa. Aku merindukan suasana rumah. Rumah yang bisa membuatku nyaman dan aman berada di dalamnya. Dengan mudah aku temukan semua itu pada diri mereka, orang-orang shalih yang terlihat begitu menjaga dan terjaga. Walau sepenuhnya sadar bahwa aku berbeda, aku tetap ingin ada diantara mereka.

Nama rumah itu adalah Lingkar Psikologi Asy-Syifa' atau lebih akrab disebut LISFA. Sebuah lembaga semi otonom bidang kerohanian islam di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

Aku mulai menaruh perhatian pada LISFA bukan pada saat PESMABA (Pengenalan Studi Mahasiswa Baru), melainkan saat seorang ukhti mempromosikan LDL (Latihan Dasar LISFA) ke ruang kelas kami, F class 2008. Penampilannya sederhana tapi memesona. Senyum ceria dan bersahabat terpancar jelas diwajahnya. Dari sanalah aku semakin mantap untuk mendaftarkan diri dan mengikuti rekrutmen LISFA yang diadakan selama dua hari, satu malam.

Ketika malam tiba, seorang akhi menjelaskan sesuatu kepada kami. Beliau berkata, "Siapa yang tidak kenal dengan Thomas Alva Edison ? Pada malam hari ini kita dapat berkumpul dengan keadaan terang benderang karena seorang Edison yang telah menemukan bola lampu. Bayangkan! begitu populernya Thomas Alva Edison, begitu luar biasa kecerdasan dan jasanya bagi milyaran manusia di dunia. Namun dengan semua itu, ketika ia wafat tetap tak bisa masuk surga."

Deg!

Barangkali itu adalah saat pertama aku mulai menyadari hakikat iman di hati. Sungguh berharga keimanan yang telah diwariskan oleh orangtuaku ini.

Seusai LDL, aku pun mulai berkenalan dengan mentoring islam. Mentoring ini diadakan sepekan sekali bersama dengan seorang mentor dan beberapa akhawat lainnya.

Sosok mentor pertamaku juga amat mengesankan. Anggun, cerdas dan shalihah! Tutur katanya lembut ditambah dengan senyuman tulus yang selalu menghiasi paras cantiknya meski tanpa make up. Darinya aku mulai belajar tentang apa itu ukhuwah islamiyah.

Hari-hari bersama dengan LISFA memang tak selalu manis. Memang begitulah resiko menjadi aktivis. Namun ajaibnya aku tetap bertahan disana. Ada saja "sebab" yang terjadi hingga niat untuk pergi selalu diurungkan berulang kali.

Akhirnya yang ku lakukan adalah mencoba menikmati setiap peran yang diamanahi. Mulai dari magang di Departemen Public Relation, kemudian menjadi Sekretaris lalu Ketua di Departemen Study Research, dilanjutkan sebagai Sekretaris Umum, Bendahara Umum, dan terakhir sebagai salah satu anggota di Majelis Pertimbangan Organisasi.

Masyaallah. Pengalaman 4 tahun yang sungguh luar biasa dan tak mampu ku goreskan dengan kata-kata. Bersama mereka ku temukan mutiara hikmah kehidupan. Mereka menjadi saksi sekaligus teman dalam perjalanan hijrahku. Dan ku rasa inilah jawabannya. Alasan mengapa Allah memilihku berjuang bersama mereka.

"....Ketika kita belum mampu menjadi orang baik, setidaknya jangan membenci orang-orang baik. Justeru bertemanlah dengan mereka, karena berteman dengan orang baik insyaallah akan memberi kita banyak kebaikan."

Riszky Adhini Rachmi - Alumna LISFA angkatan 2008.

Nb: Terimakasih LISFA! Semoga semakin eksis dan istiqomah menebar kebaikan. Love you cause Allah ikhwah fillah! Salam ceria dan bersahabat. :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari ucapan lidah dan perbuatan tangannya. (HR.Bukhori)