Tampilkan postingan dengan label Islamic Motivation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islamic Motivation. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Note To Jombloers

Duhai jomblo beriman...

Menikah itu memang bukan lomba lari. Dimana yang lebih dulu akan menjadi pemenang sedang yang lain harus menerima kekalahan.

Namun menikah itu adalah sunnah. Dan seperti yang kau tahu bahwa dalam hal beribadah atau perkara ma'ruf apapun itu, kita diperintahkan untuk senantiasa ber-fastabiqul khairat.

Jadi jangan terlena dengan pikiran masih memantaskan diri. Sebab hidup itu memang sebuah proses tanpa henti. Setelah menikah pun kita harus tetap berbenah diri.

Sabar bukan berarti diam dan pasrah. Sabar dalam penantian berarti berdoa dengan istiqomah, berikhtiar tanpa lelah, dan bertawakkal hanya kepada Allah Yang Maha Pemurah.

Jadi luruskanlah niatmu lalu jemputlah cinta dengan cara yang dicintai-Nya.

(dhini iffansyah)

Rabu, 17 Februari 2016

Calm & Trust

Apalagi sekarang? Permasalahan selalu datang tak kenal waktu, tak peduli apakah aku siap atau tidak.

Belakangan sibuk mencari cara untuk meyakinkan orang lain, namun kini justeru hatiku sendiri yang mulai mempertanyakan.

Apakah aku mulai lelah? Entahlah...

Seharusnya aku sadar bahwa sesuatu yang indah tak diraih dengan mudah.

Tapi...

Tanpa dukungan orang-orang yang ku cintai, semua itu jadi tak berarti.

Mungkin aku belum lelah. Namun terlalu serakah.

Aku menginginkan semua, tanpa rela mengorbankan apa-apa. Aku tak ingin melepaskan, walau hanya salah satunya.

Aku ingin setiap orang hidup berbahagia selama-lamanya.

Ah, bukankah itu hanyalah angan-angan belaka? Sebab hidup di dunia bukan melulu rasa bahagia melainkan juga harus siap menanggung derita.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” .(QS.Al-Baqarah:155-156).

Maka bersikap tenanglah...

Berikan kepercayaanmu pada Tuhan karena kesabaran itu tak berbuah kecuali yang manis.

(dhini iffansyah)

Selasa, 22 Desember 2015

Sadarlah Wahai Hati

Lelah sudah ku melihatmu tak menentu. Kadang dekat, kadang begitu jauh dari Rabb-mu.

Sementara detik yang dimiliki setiap saat bisa berhenti.
Mengantarkanmu pada satu janji yang tak mungkin diingkari. Mati.

Siapkah kau untuk itu?
Bila kain putih membungkus jasadmu...

Walau harta dan tahta menjulang tinggi. Apalah arti bila amal sholeh tak menyertai?

Tanpa bekal kau akan sengsara. Hanya siksa yang menantimu disana.

Rugi.. sungguh sangat merugi.
Tangis penyesalan tak lantas mengantarkanmu kembali.

Waktu terbuang dengan sia-sia. Nasehat dan peringatan pun diabaikan begitu saja.

Di akhirat tentu kau akan menyadari. Bahwa dunia tak berarti bila iman lepas dihati.

(dhini iffansyah)

Kamis, 03 Desember 2015

Bukan Cinta Juliet

Cinta sejati bukanlah seperti cinta Romeo dan Juliet, bukan pula seperti cinta Rama dan Shinta.

Cinta sejati pastilah cinta karena Allah.

Sebab hanya Allah yang mampu menyatukan hati dalam naungan kesalamatan melalui petunjuk, pertolongan dan perlindungan dariNya. Sehingga ikatan diantara mereka tak terbatas oleh dunia melainkan abadi sampai ke surga.

"(yaitu) surga-surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya BERSAMA DENGAN ORANG YANG SALEH DARI NENEK MOYANGNYA, PASANGAN-PASANGANNYA DAN ANAK CUCUNYA, sedangkan para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu."
(QS. Ar-Ra'd: 23)

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang saleh yang saling mencintai karena Allah. Aamiin.

- dhini iffansyah

Rabu, 02 Desember 2015

A Note

"Sometimes people with the worst past, creates the best future." (Umar Ibn Khattab)

Sebab aku tidak seperti Abu Bakar Ash Shiddiq yang sebelum mengenal Islam pun merupakan orang baik dan terhindar dari segala bentuk maksiat. Maka aku ingin meneladani Umar bin Khattab yang membalas segala kejahiliyahan dengan bersungguh-sungguh melakukan ketaatan.

[Note to myself]

Minggu, 29 November 2015

Alhamdulillah, aku punya Allah.

Begitu tenang Dia membimbingku menuju jalan keluar yang ku pinta..

Dan tak pernah sedikitpun Dia lelah mendengarkan resah yang ku rasa..

Alhamdulillah, aku punya Allah..
yang selalu punya cara dan berkuasa membantu setiap hamba-Nya.

(dhini iffansyah)

Kamis, 26 November 2015

Ibadah? Malas ah!

Pernah mengalami malas beribadah? Misalnya sholat, zikir atau tilawah?

Mungkin juga ada rasa bosan karena ibadah itu terus diulang-ulang dalam sehari dan terjadi setiap hari.

Akhirnya ibadah yang dilakukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Dikerjakan seadanya bahkan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Satu tips untuk mengatasinya adalah...

"SADARI bahwa setiap IBADAH ITU bukanlah sekedar kewajiban dari Allah azza wa jalla, melainkan KEBUTUHAN POKOK SETIAP MANUSIA."

Sebagai seorang hamba kita memang wajib taat dan menyembah kepada Allah. Namun setiap amal ibadah itu sebenarnya untuk kebaikan kita sendiri, sedangkan Allah sama sekali tidak memerlukannya.

Kita beribadah atau tidak, Allah tetaplah Tuhan Yang Maha Segalanya, sikap ingkar kita tak sedikitpun akan mempengaruhi Kekuasaan-Nya.

Kelak ketika ruh telah berpisah dari jasad, amal ibadah itulah yang akan menjadi bekal kita di akhirat.

Seberapa banyak dan seberapa baik kualitas bekal kita disana?
Jawabannya tergantung apa yang kita perbuat saat ini.

Bila kita ingin menghadap Allah dengan membawa sebaik-baik bekal, maka lakukanlah setiap ibadah itu dengan sebaik-baik pula (terutama ibadah sholat, karena amal inilah yang paling pertama dihisab sebelum amal-amal lainnya).

Setelah kita tuntas menunaikan hak-hak Allah, barulah kita pantas berharap kehidupan yang barokah, kematian yang husnul khotimah, hingga sebuah istana di surga-Nya yang terindah.

Jangan sekali-kali memimpikan semua itu bila zikir saja sering terlupakan, tilawah dikesampingkan, bahkan shalat pun sengaja dilalaikan (ditunda-tunda atau tidak dikerjakan sama sekali).

Ingat, bukan Allah yang rugi melainkan diri kita sendiri.

Padahal setiap orang itu akan masuk surga, kecuali yang enggan. Yaitu orang-orang yang enggan mentaati syariat Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah saw.

Wallahu'alam. Semoga bermanfaat.

(dhini iffansyah)

Kamis, 19 November 2015

Puisi Hati

Betapa lemah dan rapuhnya hati tanpa iman yang menghiasinya.

Berlebihan dalam kebahagiaan dan kesedihan yang menimpanya. Padahal semua itu hanyalah takdir Tuhan yang ditetapkan untuknya.

Tiada kekuatan melainkan atas izinNya. Tiada kesempitan yang tak sanggup dilapangkan olehNya.

Duhai hati janganlah kau terlena akan urusan dunia. Suka dukamu disini hanyalah sementara.

(dhini iffansyah)

Senin, 16 November 2015

Al Baqarah: 216

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”


Kamis, 04 Juni 2015

Ramadhan yang Dinanti?

Alhamdulillah, Ramadhan sebentar lagi !
Kaum muslimin menghitung hari menuju bulan nan suci.

Eits, sudahkah kita persiapkan diri?
Jangan sampai tamu agung itu malah berkecil hati.
Melihat kebersamaan dengannya dipenuhi dengan joget dan "haha-hihi" !

Aah.. sungguh sayang bukan?
Bila bulan penuh berkah dan ampunan, tidak disibukan untuk melakukan ketaatan.

Lantas ketika tiba hari lebaran...
Hal apa yang patut dirayakan?
Apa sekedar berbangga dengan pakaian dan menikmati hidangan?

Kemenangan itu bagi mereka yang ilmu dan amal sholehnya bertambah.
Mereka yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah.
Mereka yang larut dalam malam-malam panjang di atas sajadah.
Mereka yang tak kunjung bosan melantunkan tilawah.
Mereka yang ikhlas berbagi rezeki agar semakin berkah.
Dan mereka yang sukses menghias diri dengan akhlakul karimah.

Semoga Ramadhan tahun ini mengantarkan kita pada kemenangan sejati yang diraih sebagai bekal menuju taman syurgawi.

(dhini iffansyah)

Rabu, 03 Juni 2015

Tentang Ramadhan

Ini adalah penggalan kisah ku di bulan yang mulia. Sedikit memori berharga yang ingin ku tuangkan dalam rangkaian kata sederhana.

Puasa pertamaku saat usia 6 tahun. Mama selalu sabar membangunkan ku untuk ikut sahur. Aku tak pernah bisa mengingat menunya karena terpaksa mengunyah dalam kondisi setengah sadar bahkan dengan kedua mata yang masih terpejam. ( ̄﹁ ̄)

Ketika siang hari sehabis pulang sekolah, aku langsung "mengibarkan bendera putih" meminta kebijakan untuk berbuka puasa lebih awal. Mama pun mengizinkan. Air es dari kulkas selalu jadi sasaran utama. Kejadian yang sama berulang dan hanya berakhir bila sudah terserang batuk. (≧﹏≦)

Suatu sore aku pernah duduk di pangkuan Papa di teras rumah. Dengan polosnya aku nyeletuk, "Kok kayak ada bau kentut?". Dan seperti biasa Papa akan menjawab lembut. "Bukan, itu bau mulut Papa, kan lagi puasa. Bau mulut orang puasa itu bau Surga." Beliau pun mulai menjelaskan ini-itu perihal puasa. Aku hanya manggut-manggut meski tak seberapa paham. (∩﹏∩)

Salah satu hobinya Papa adalah hunting menu favorit sampai keluar kota. Berbagai kue khas banjar yang (mungkin) belum afdhol kalau belinya bukan di Pasar Wadai Barabai. Walaupun jauh, tapi senang juga bisa pergi bareng keluarga. (=^_^=)

Best moment of Ramadhan tentu saja saat berbuka puasa. Kami sekeluarga gotong royong menyiapkan hidangan di atas tikar yang sengaja digelar. Walau ada meja makan tapi kami lebih suka lesehan di ruang tv. Ngabuburit sambil nonton acara Kultum di rcti. (∩▂∩)

Suasana buka puasa bareng keluarga besar selalu ramai. Diwarnai dengan canda tawa dan saling menggoda satu sama lain sebagai ritual pelepas rindu karena jarang bertemu. Tanpa terasa azan maghrib pun menggema di langit senja. (∩▽∩)

Kelas 5 SD mulai ada penugasan di bulan Ramadhan. Ada buku khusus yang mencatat ibadah yang sudah dijalankan. Alhasil jadi rajin ikut Mama ke masjid untuk tarawih dan sholat subuh berjama'ah. Sehabis sholat langsung bergerombol dengan puluhan anak lain yang ngantri minta tanda tangan sang Imam masjid. (X﹏X)

Hingga tiba hari lebaran yang menyempurnakan kegembiraan. Pakaian dan sepatu baru, salam tempel, silaturahim ke berbagai tempat, makan-makan-makan dan makan !. Libur Lebaran. Lebaran sambil Liburan. *\(^_^)/*

Itulah kisah tentang Ramadhan ku yang dulu.

Di tahun ini ku harap Ramadhan yang jauh lebih berarti.
Lebih semangat dan bersungguh-sungguh dalam amal yaumi.
Bukan sekedar haha-hihi !
Agar kemenangan sejati itu diraih sebagai bekal menuju taman surgawi.

Aamiin ya Rabbal'alamin.

(dhini iffansyah)

Minggu, 08 Februari 2015

Belajar dari Hud-Hud

Masih ingat cerita tentang Nabi Sulaiman dan Burung Hud-Hud ?

Kawan-kawan mungkin sudah hafal betul dengan ceritanya yang sering di dengar maupun di baca dalam Al-Qur'an.

Namun hari ini saya temukan makna kisah yang lebih luas dan mendalam dari seorang ustadz yang tampilannya tidak seperti ustadz-ustadz pada umumnya. :)

Penampilan ustadz sangat santai dan sederhana, tapi ketika sudah berbicara maka tampaklah bahwa beliau memang seorang yang berilmu dan paham tentang agamanya.

Beliau menyampaikan kembali cerita Nabi Sulaiman dan Burung Hud-Hud dalam berbagai perspektif yang menyimpan ibrah luar biasa.

Dimana burung Hud-Hud yang "hanyalah" seekor burung dapat memiliki kontribusi luar biasa dalam dakwah.

Kesadaran akan keterbatasan diri bukanlah suatu hambatan bagi burung Hud-Hud untuk menegakan kalimat Allah.

Dengan informasi yang akurat, burung Hud-Hud datang menghadap Nabi Sulaiman dan akhirnya tercetuslah awal mula mega proyek dakwah untuk mengislamkan negeri Saba.

Masyaallah...

Rasakanlah keindahan amal jama'i yang sedang Allah ajarkan kepada kita.

Masing-masing makhluk memiliki potensi dan dapat berkontribusi dalam dakwah.

Ya, meskipun hanya seekor burung !

Bagaimana Allah memperlihatkan bahwa Hud-Hud pun ternyata bisa memiliki kelebihan, dengan mengetahui sesuatu yang bahkan seorang Nabi Sulaiman pun tak tahu sebelumnya.

Maka sesungguhnya di dalam jama'ah ini, siapapun dia, apapun posisi dan perannya, tiada seorangpun yang pantas rendah diri dan dipandang sebelah mata.

Kita semua beramal jama'i dalam memperoleh ridho illahi. Masing-masing berada dalam barisan dan mengokohkannya. Peran besar maupun peran kecil semua tetap berganjar surga.

Wallahu'alam. Semoga bermanfaat.

(dhini iffansyah)

Selasa, 13 Januari 2015

Renungan Pagi

Alhamdulillah... pagi yang cerah dan sejuk di kota Banjarbaru.

Bila menatap pagi ini, siapa sangka tadi malam telah terjadi hujan lebat beserta kilat dan suara guntur bertubi-tubi.

Petir yang menyambar hingga mematikan arus listrik di rumah-rumah dan membuat malam menjadi semakin gelap mencekam.

Derasnya hujan dan kerasnya suara guntur... mengingatkan dengan kisah para nabi dan kaumnya di zaman dulu.

Kisah Nabi Nuh as dan Nabi Saleh as. Kisah yang menunjukan betapa mudahnya Allah membinasakan suatu kaum yang ingkar akan petunjuk dan peringatan.

Allah berfirman, yang artinya:
"Wahai bumi ! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan !) berhentilah." Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan, dan kapal itupun berlabuh di atas gunung Judi, dan dikatakan, "Binasalah orang-orang zalim." (QS.Hud: 44)

"Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Samud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Samud." (QS.Hud: 67-68)

***

Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Diantara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang musnah.

Dan Kami tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri, karena itu tidak bermanfaat sedikitpun bagi mereka sesembahan yang mereka sembah selain Allah, ketika siksaan Tuhanmu datang. Sesembahan itu hanya menambah kebinasaan bagi mereka.

Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh siksanya sangat pedih, sangat berat.

Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk).

Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan.
Ketika hari itu datang, tidak seorangpun berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka diantara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.
(QS.Hud: 100-105)

***

Allah subhanahu wata'ala boleh jadi sedang menangguhkan siksa-Nya, dan janganlah kita terlena dengan sisa waktu kita di dunia, jangan sampai iman itu baru ada setelah siksa itu jelas di depan mata. Bersyukur, beriman dan bertakwalah hanya kepada Allah azza wa jalla.

Semoga bermanfaat ^_^

Jumat, 14 November 2014

Remember Allah

Alhamdulillah... Allah Maha Baik...

Ceritanya hari ini mau ikutan tes seleksi di Banjarmasin...

Udah di angkot baru ingat kalau papan alas buat tes ketinggalan !
"Gimana nih ya Allah... nt susah nulis jawabannya."
~>Ternyata kali ini udah disediakan meja sama panitia
*alhamdulillah :)

Di tempat tes udah banyak yang datang.
"Gimana nih ya Allah... kalau kebagian duduk dibelakang nanti engga jelas liat tulisan di layar depan."
~>Ternyata ada panitia yang manggil dan nunjukin satu kursi kosong no.3 dari depan.
*alhamdulillah :))

Setelah beberapa sesi tes mendadak pulpen macet !
"Gimana nih ya Allah... engga tau mau minjam sama siapa."
~>Ternyata tes terakhir justru diharuskan pakai pensil
*alhamdulillah :D

Pas waktu istirahat nyadar kalau di luar ternyata hujan deras !
"Gimana nih ya Allah... payungnya juga lupa dibawa."
~>Ternyata pas pulang hujannya udah reda.
*alhamdulillah ;)

Selesai tes udah kesorean !
"Gimana nih ya Allah... kalau angkotnya ngetem bisa-bisa maghrib baru sampai rumah."
~> Ternyata pas nyampe terminal pas angkotnya mau jalan
*alhamdulillah :')

Allah selalu punya cara untuk menolong hambaNya... insyaallah...

(dhini iffansyah)

Selasa, 28 Oktober 2014

Islam Jalanku yang Indah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Saudaraku...
Sesungguhnya nikmat terbesar dalam kehidupan kita adalah nikmat islam...

Sebab Allah subhanahu wata'ala telah mengharamkan surga bagi mereka yang kufur terhadapNya.

Saudaraku...
Ketahuilah bahwa setiap yang Allah ambil dari kita, pasti akan ada penggantinya....

Namun tidak dengan agama. Bila Allah telah mengambil keislaman dari diri kita... maka tidak akan ada ganti selain islam yang bisa menyelamatkan.

Maka bergembiralah dengan keislaman kita...
bergembiralah ketika melakukan ibadah dalam rangka keta'atan kepadaNya.

Serta berdoalah agar kita diwafatkan dalam keadaan islam...

Sebab itulah tanda bahwa Allah mencintai kita.

Saudaraku...
Allah sama sekali tak dirugikan tatkala kita melakukan maksiat...
kita sendirilah yang akan binasa oleh maksiat itu.

Segeralah berhijrah padaNya...
Mohonlah ampunanNya...
Mohonlah keridhoanNya...

"Wahai Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu."

SELAMAT TAHUN BARU 1436 H

Senin, 08 September 2014

Istiqomah

Dulu almarhum papa pernah bilang, "Jadi ranking 1 itu mudah, yang sulit itu mempertahankannya."

Yap, menurutku memang ada benarnya.

Terlebih dalam soal ibadah.

Pagi ini baru dapat pesan dari admin grup ODOJ. Soal indeks prestasi grup (IPG) secara keseluruhan untuk grup akhawat (perempuan).

Hasilnya......

IPG grup kami turun.

Heem, ternyata memang sulit ya untuk istiqomah. Dalam hal ini komitmen untuk selalu tilawah/tarjim/tasmi satu hari satu juz.

Memang selalu ada saja alasannya. Kesibukan, lupa laporan, handphone kehabisan baterai, mati lampu dst..dst...

Namun tetap saja ada kesedihan ketika kita gagal untuk istiqomah. Sebab itu artinya kita gagal dalam mempertahankan kebiasan baik dalam diri kita. Sedangkan bila kita tidak disibukan dengan kebiasaan baik maka secara otomatis kita pasti sedang disibukan dengan hal-hal yang kurang baik bahkan tidak bermanfaat.

Melihat raport ODOJ sudah seperti ini... bagaimana dengan raport lainnya???

Apakah juga sudah turun?

Kelak bagaimanakah ekspresi kita ketika menerima raport amal selama hidup di dunia. Berseri-serikah? Atau justru bermuram durja.....

Masih ada kesempatan untuk memperbaiki raport kita...
Masih ada waktu untuk belajar mencapai istiqomah.

(dhini iffansyah)

Rabu, 03 September 2014

Ibadah to Jannah

Ibadah itu memang "membosankan" bila hanya dijadikan rutinitas belaka.
Hadirkan hati kita dalam menjalaninya, agar bertambah cinta & ketaatan kepada Sang Pencipta.
Tuhan memerintahkan kita beribadah bukan untuk kepentingan-Nya, melainkan untuk kebaikan diri kita.
Sebab walau tiada seorangpun beribadah mengagungkan nama-Nya, itu tak akan mengurangi kemuliaan Allah tabaraka wa ta'ala.
Sedang hanya dengan beriman dan beribadah lah, manusia dapat berupaya menentukan derajatnya di dunia hingga posisinya kelak di akhirat.
Beribadah dengan penuh kesungguhan, bukan ala kadarnya.. bukan pula dikerjakan disisa waktu kita.
Karena Allah sama sekali tidak memerlukan amal ibadah kita. Manusia lah yang butuh untuk beribadah kepada-Nya, butuh cahaya-Nya. Cahaya di atas cahaya... yang mampu menerangi jalan hidup manusia hingga ke surga.

(dhini iffansyah)

Selasa, 19 Agustus 2014

Metamorfosa

Banyak yang berubah selama 5 tahun terakhir. Orang-orang yang mengenalku sejak lama pun akan serentak mengamininya.

Penampilanku telah jauh berubah.

Mereka heran, "Apa kerudungmu itu tidak terlalu lebar? Apa itu tidak berlebihan?"

Aku tersenyum mendengarnya, yang aku tahu, kerudung seperti inilah yang membuat hatiku tentram mengenakannya.

Kerudung berbahan tebal dan berukuran lebar. Mereka pikir akan sangat ribet dan terasa panas memakai kerudung seperti itu seharian.

Namun sekali lagi aku hanya tersenyum. Justru kerudung inilah yang membuatku jauh merasa aman dan nyaman saat beraktivitas di luar.

Kadang aku memang malu dengan kerudung lebarku.

Bukan karena merasa kuno, culun atau kampungan.

Malu karena aku merasa akhlak, ilmu dan amal ku tak seperti para akhawat lain yang mengenakannya. Akhawat shalihat yang dicemburui oleh para bidadari surga.

Namun rasa malu itulah yang kembali meneguhkanku. Bukankah malu adalah salah satu cabang dari iman?

Meski hanya secuil iman yang kumiliki saat ini, aku ingin bisa terus merawatnya dengan penuh keikhlasan. Hingga suatu hari dia akan tumbuh meneduhkan, melindungiku dari teriknya hari pembalasan.

Ah, betapa sok alim dan sok suci.
Silahkan bila  ada yang berpikir demikian :)

Aku memang bukan manusia suci. Hanya seorang muslimah yang ingin belajar lalu sedikit demi sedikit mengamalkan dien yang dianut sejak lahir.

Sudahlah, toh bukan pendapat manusia yang perlu dirisaukan, sebab manusia mulia seperti Rasulullah Muhammad pun seringkali dicela dan diperlakukan buruk oleh kaumnya.

Melainkan pendapat-Nya, Allah subhanahu wata'ala. Hanya Dia, Rabb semesta alam.

(dhini iffansyah)



Selasa, 22 Juli 2014

Muhasabah Diri Dipenghujung Ramadhan

Ketika diri ini merasa iri...
Irilah pada mereka yang mulia akhlaknya.
Karena mereka itulah orang-orang yang paling dicintai Allah subhanahu wata'ala.

Ketika diri ini merasa iri...
Irilah pada mereka yang senantiasa mampu bersabar dan mensyukuri ketetapan-Nya.
Karena mereka itulah orang-orang yang sejatinya paling berbahagia.

Ketika diri ini merasa iri...
Irilah pada mereka yang mampu lebih banyak bersedekah.
Karena mereka itulah orang-orang yang memiliki banyak keutamaan fid dunya wal akhirah.

Ketika diri ini merasa iri...
Irilah pada mereka yang lebih berilmu dan baik amalannya.
Karena mereka itulah orang-orang yang ditinggikan derajatnya oleh Allah azza wa jalla.

Ketika diri ini merasa iri...
Irilah pada mereka yg hafidz Qur'an.
Karena mereka itulah orang-orang istimewa yang kelak mendapat mahkota kehormatan.

Ketika diri ini merasa iri...
Irilah pada mereka yang memiliki Allah dlm hatinya.
Karena sesungguhnya mereka telah memiliki segala-galanya.

(dhini iffansyah)



Minggu, 20 Juli 2014

Mengapa Harus Sedekah

Saudaraku...
Ketahuilah bahwa harta kita yang sesungguhnya bukanlah yang ada dalam genggaman kita. Melainkan yang kita sedekahkan di jalan Allah. Semata ikhlas karena-Nya.

Terlebih lagi Allah berjanji menyuburkan sedekah dengan melipatgandakannya.. serta memberi pahala selama kita bertakwa.

Janganlah tertipu dengan perasaan takut miskin sebab kemiskinan yang sebenarnya kala kita tak mau berbagi. Hingga harta itu datang dan pergi hanya untuk kepentingan pribadi yang bersifat duniawi.

Sungguh, celakalah jiwa yang terbelenggu oleh harta. Kemudian membuat ia lalai dalam urusan agamanya. Harta itu kelak hanya akan memberatkan urusannya di akhirat sana.


Saudaraku...
Bukankah salah satu amal yang tak pernah putus adalah sedekah jariyah? Maka manfaatkanlah harta itu sebagai penolong kita dalam meraih surga terindah.

Namun bila masih saja sulit untuk memberi, ingatlah... segala yang kita miliki saat inipun adalah pemberian.

Maka memberilah dengan pemberian terbaik agar doa-doa kita cukup kuat untuk mengetuk pintu langit. Semoga Allah segera menjawabnya bahkan memberi yang lebih baik.

Ya Robbana jauhkanlah kami dari sifat kikir dan selamatkanlah kami dari azab yang menghinakan.


Siswa SD Al Firdaus menggalang dana untuk disumbangkan kepada anak-anak Palestina