Rasanya sakit dan ingin tak mempercayai. Namun memang itulah yang terjadi.
Apa bagusnya dari sikapmu itu?
Apa untungnya bagimu?
Bahagiakah kau setelah melukaiku?
Aku tidak takut dengan ancamanmu, yang aku sesalkan adalah mengapa kau harus mengancamku?
Aku bukan boneka yang tak punya hati dan logika.
Aku sudah dewasa dan berhak memilih jalan yang ku suka.
Aku tahu kau telah berjasa. Aku tak akan mengabaikannya. Tapi bukan berarti kau bebas menentukan semua.
Kini jarak yang ada semakin terbentang jauh diantara kita.
Entah sampai kapan kau baru menyadari. Kerasnya hati dapat mengubah cinta menjadi benci.
(dhini iffansyah)