Minggu, 08 Februari 2015

Belajar dari Hud-Hud

Masih ingat cerita tentang Nabi Sulaiman dan Burung Hud-Hud ?

Kawan-kawan mungkin sudah hafal betul dengan ceritanya yang sering di dengar maupun di baca dalam Al-Qur'an.

Namun hari ini saya temukan makna kisah yang lebih luas dan mendalam dari seorang ustadz yang tampilannya tidak seperti ustadz-ustadz pada umumnya. :)

Penampilan ustadz sangat santai dan sederhana, tapi ketika sudah berbicara maka tampaklah bahwa beliau memang seorang yang berilmu dan paham tentang agamanya.

Beliau menyampaikan kembali cerita Nabi Sulaiman dan Burung Hud-Hud dalam berbagai perspektif yang menyimpan ibrah luar biasa.

Dimana burung Hud-Hud yang "hanyalah" seekor burung dapat memiliki kontribusi luar biasa dalam dakwah.

Kesadaran akan keterbatasan diri bukanlah suatu hambatan bagi burung Hud-Hud untuk menegakan kalimat Allah.

Dengan informasi yang akurat, burung Hud-Hud datang menghadap Nabi Sulaiman dan akhirnya tercetuslah awal mula mega proyek dakwah untuk mengislamkan negeri Saba.

Masyaallah...

Rasakanlah keindahan amal jama'i yang sedang Allah ajarkan kepada kita.

Masing-masing makhluk memiliki potensi dan dapat berkontribusi dalam dakwah.

Ya, meskipun hanya seekor burung !

Bagaimana Allah memperlihatkan bahwa Hud-Hud pun ternyata bisa memiliki kelebihan, dengan mengetahui sesuatu yang bahkan seorang Nabi Sulaiman pun tak tahu sebelumnya.

Maka sesungguhnya di dalam jama'ah ini, siapapun dia, apapun posisi dan perannya, tiada seorangpun yang pantas rendah diri dan dipandang sebelah mata.

Kita semua beramal jama'i dalam memperoleh ridho illahi. Masing-masing berada dalam barisan dan mengokohkannya. Peran besar maupun peran kecil semua tetap berganjar surga.

Wallahu'alam. Semoga bermanfaat.

(dhini iffansyah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari ucapan lidah dan perbuatan tangannya. (HR.Bukhori)