Senin, 18 Mei 2015

Anak & Kasih Sayang

Sahabat...

Bila ditengok kembali kisah terdahulu. Di dalam Al-Qur'an dapat kita temui sosok Nabi Yaqub as, seorang ayah yang menangis hingga buta disebabkan duka citanya kehilangan anak tercinta, Nabi Yusuf as.

Ada pula sosok Siti Hajar, ibu yang berlari kesana kemari di padang pasir tandus demi memperoleh air bagi anaknya yang kehausan, Nabi Ismail as.

Dan tentu saja teladan kita, Rasulullah Muhammad saw, yang menorehkan banyak kisah indah  dalam sirohnya tentang kecintaan beliau terhadap anak-anak.

Rasulullah saw adalah pribadi yang bersahabat dengan anak. Beliau memuliakan dan menyayangi mereka dengan tulus.

Suatu ketika beliau tampak bermain bersama anak-anak, merangkul kemudian mendoakan kebaikan bagi mereka. Di saat yang lain, beliau pun ikut berduka dan mencoba menghibur seorang anak kecil yang tengah sedih karena kematian burung kesayangannya.

Ya, itulah Rasulullah saw...

Lantas bagaimana dengan profil orangtua zaman sekarang?

Kekerasan dan penelantaran oleh ayah dan atau ibu kandung sendiri, bukanlah hal baru yang dialami oleh anak-anak khususnya di Indonesia.

Kasus kekerasan verbal, fisik bahkan seksual. Penelantaran hingga menghilangkan nyawa anak kandung yang dilakukan secara sengaja.

Ya Rabb, apa sebenarnya yang terjadi ?

Telah lenyapkah rasa cinta dan kasih sayang dalam hati mereka ?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda : "Siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Abu Dawud, Tirmidz, dan Ahmad)

Innalillahi wa innailaihi rojiuun. Lindungilah kami dan anak-anak kami dari sikap kasar dan menyakiti.

(dhini iffansyah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari ucapan lidah dan perbuatan tangannya. (HR.Bukhori)